Selamat membaca..
Setelah
selesai pelaksanaan OPPS itu waktunya kita memulai kuliah pertama kita ketemu
kakak-kakak tingkat dan ketemu temen-temen baru ternyata gini rasanya jadi anak
kuliahan begitulah pikir saya, waktu masuk kelas pertama dan ketemu dosen
rasanya memang berbeda dari sekolah seperti biasanya mungkin karena belum
beradaptasi. Sebulan setelah mulai aktif kuliah rasanya sudah berbeda saya uda
mulai terbiasa dengan suasana kampus dan mulai banyak teman ngobrol dan teman
nongkrong di sini saya mulai tau gimana rasanya punya teman bukan dari satu
kecamatan saja di sini saya merasakan sensasinya mempunyai teman dari beda
provinsi bahkan beda pulau seperti orang sumbawa,dompu dan bima. Kami mulai
berbagi canda tawa berbagi cerita daerah bahkan cerita silsilah daerah dan keluarga
mereka, saya sangat senang bertemu mereka saya bisa mengenal banyak nama
daerah-daerah terpencil tempat-tempat wisata yang belum pernah sama sekali saya
lihat yang belum pernah saya dengar.
Seiring berjalannya waktu tidak terasa hari dimana kami mahasiswa baru merasakan UTS sebagai mahasiswa, yang terbayang di kepala saya ya mungkin ujian seperti di SMK dulu dan ternyata cara yang saya bayangkan itu tidak semuanya benar bahkan di sini saya baru melihat gaya mencontek yang keren yaitu mencontek dengan menggunakan smartphone yang bisa browsing internet, dan di sinilah saya kelihatan seperti orang yang benar-benar kampungan alias deso. Dan hari pertama ujian pun berjalan sedikit lancar begitu pun di hari kedua sudah mulai terbiasa dengan situasi nya hingga tiba di hari terakhir ujian di sana lah mulai kisah pengejaran cinta yang begitu rumit buat saya dan begitu menyakitkan. Di hari terakhir itu saya dating lumayan telat tapi nggak telat-telat amat dan saya duduk di tengah yang lurus dengan pintu masuk ruangan kelas singkat cerita ujian sudah hamper selesai saya belum juga menyelsaikan jawaban ujian itu, untung saja saya udah belajar akhirnya saya saya bisa menjawabnya walaupun nggak semuanya benar karena keterlambatan itu saya juga mengumpulkannya pas ruangan sudah mulai sedikit-sedikit sepi dan kosong, hingga akhirnya di kursi paling belakang jarak satu deret kursi itu ada seorang cewek yang kelihatannya sedang kebingungan mungkin dia mau jawab apa, di saat saya menoleh kehadapnya itu pun saya tidak sengaja menoleh kepadanya di saat bersamaan dia menoleh juga ke saya dan di sana dia menatap dan tersenyum sambil meminta jawaban niatnya saya mau kasih jawaban tapi karena posisi duduk juga jauh saya hanya membalasnya dengan senyum dan bilang maaf tidak bisa membagi jawaban karena jarak duduk kita terlalu jauh dan dia pun tersenyum kembali sambil berkata “ya dah terimakasih”. Hingga waktu habis dan kami yang tersisa di ruangan pun mulai mengumpulkan lembar jawaban walaupun tidak semua habis terjawab, pada saat saya keluar ruangan dan mengobrol dengan teman-teman dia dating menghampiri saya dan bilang “kenapa nggak mau bagi jawabannya” kemudian saya jawab “ya maaf niatnya saya mau kasih tapi karena jarak duduk kita lumayan jauh nanti takutnya ketahuan” dia pun bilang “ya dah kalo gitu lain kali kalo kita ujian saya duduk deket kamu ya ?” sambil tersenyum, saya pun jawab dengan cepat “ya deh”, terus tiba-tiba yang niatnya saya yang mau meminta nomer hp nya malah dia yang duluan bilang “kalo gitu boleh saya minta nomer nya siapa tau kan nanti ada tugas saya bisa nanyak ke kamu”, tanpa ragu-ragu sambil tersenyu malu saya memberikannya dan dia mengirim pesan ke saya dengan format pesan nya nama nya.
0 komentar:
Posting Komentar